Mengenai Pemimpin Kami

Sukanto Tanoto adalah pendiri dan Chairman RGE. Beliau mengawali karirnya sebagai pemasok suku cadang untuk industri minyak dan konstruksi pada tahun 1967 sebelum mendirikan RGE pada tahun 1973.

RGE adalah kelompok perusahaan kelas dunia dengan aset dasar lebih dari US $ 15 miliar dan memiliki operasi di Indonesia, China dan Brasil dan kantor pemasaran di seluruh dunia.

MORE >

Bey Soo Khiang ditunjuk sebagai Wakil Chairman dari grup perusahaan RGE pada Maret 2011. Seorang mantan eksekutif penerbangan dan menteri pertahanan yang dihormati, ia mengawasi berbagai aspek manajemen bisnis RGE dan fungsi perusahaan di kelompok bisnis utamanya.

MORE >

< BACK

Sukanto Tanoto adalah pendiri dan Chairman RGE. Beliau mengawali karirnya sebagai pemasok suku cadang untuk industri minyak dan konstruksi pada tahun 1967 sebelum mendirikan RGE pada tahun 1973.

RGE adalah kelompok perusahaan kelas dunia dengan aset dasar lebih dari US $ 15 miliar dan memiliki operasi di Indonesia, China dan Brasil dan kantor pemasaran di seluruh dunia.

Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto

Pendiri dan Chairman RGE

Sukanto Tanoto dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat kewirausahaan. Hal ini dibuktikan saat mendirikan Royal Golden Eagle yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas. Sukanto Tanoto memulai bisnisnya dari usaha yang sederhana, yaitu sebagai pemasok suku cadang pada tahun 1967. Perusahaan Sukanto Tanoto saat itu hanya memasok suku cadang untuk industry minyak dan konstruksi. Dengan semangat dan dedikasinya, dia berhasil membawa RGE tumbuh dan terus memperluas bisnisnya.

Dari sebuah perusahaan pemasok suku cadang, Sukanto Tanoto memperluas usahanya di bidang kayu lapis. Pada tahun 1973, keputusannya terjun ke bisnis kayu menjadi pintu bagi kesuksesan bisnisnya. Keberhasilannya di industri perkayuan, Sukanto Tanoto terus memperlebar usahanya ke bidang lainnya.

Pengusaha yang visioner ini memutuskan merambah ke industri berbasis pengelolaan sumber daya alam. Dia mendirikan beberapa perusahaan yang fokus berbasis sumber daya alam seperti perkebunan kelapa sawit serta perusahaan pulp dan kertas. Selain itu, Sukanto Tanoto juga berani terjun ke bidang pengelolaan energi.

Kejelian, ketekunan serta dedikasinya, Sukanto Tanoto berhasil menjadikan RGE sebagai sebuah kelompok perusahaan kelas dunia dengan aset lebih dari US $ 18 miliar serta memiliki operasi di Indonesia, Tiongkok, Kanada, Finlandia, dan Brasil dan kantor pemasaran di seluruh dunia.

Bagi Sukanto Tanoto, belajar adalah sebuah proses yang tidak akan pernah berhenti. Menurutnya, seorang wirausaha harus menyisihkan waktu untuk belajar dan menganalisa apa yang terjadi di lapangan. Selain itu, pengusaha juga harus selalu mendengarkan dari pada ahli.

Salah satu misi Sukanto Tanoto dalam mengembangkan bisnisnya adalah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitarnya. Inilah yang menjadi dorongan baginya untuk terlibat aktif dalam berbagi kegiatan filantropi sejak tahun 1981. Dua puluh tahun kemudian, barulah Sukanto Tanoto dan keluarganya mendirikan sebuah yayasan yang dikenal sebagai Tanoto Foundation.

Tanoto Foundation didirikan sebagai bentuk upaya pengentasan kemiskinan di negara-negara dan masyarakat di mana usaha RGE beroperasi. Tanoto Foundation memiliki program-program di bawah tiga bidang utama: Pendidikan, Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas Hidup.

Link terkait:
Tanoto Foundation
Sukanto Tanoto (Halaman Profil)
Facebook | Twitter | LinkedIn | Google+

< BACK

Bey Soo Khiang ditunjuk sebagai Wakil Chairman dari grup perusahaan RGE pada Maret 2011. Seorang mantan eksekutif penerbangan dan menteri pertahanan yang dihormati, ia mengawasi berbagai aspek manajemen bisnis RGE dan fungsi perusahaan di kelompok bisnis utamanya.

Bey Soo Khiang

Bey Soo Khiang

Wakil Chairman, RGE

Chairman, APRIL Group

Bey Soo Khiang ditunjuk sebagai Wakil Chairman dari kelompok usaha RGE pada Maret 2011. Beliau memberikan nasihat dan pengelolaan langsung terhadap isu-isu kritikal yang mempengaruhi kelangsungan bisnis untuk jangka panjang, seperti di Pengembangan Sumber daya Manusia, Peningkatan Hubungan dengan Pemangku kepentingan, dan Penelitian & Pengembangan (R&D). Saat ini, ia juga memimpin proses transformasi grup menjadi organisasi yang LEAN atau ramping yang mencakup perbaikan secara terus menerus. Sebagai Chairman dari APRIL Group, Bey Soo Khiang secara aktif mengepalai operasi APRIL Group di Indonesia untuk hal-hal yang berkaitan dengan perkebunan penghasil serat kayu.

Sebelum bergabung dengan RGE, ia menghabiskan 11 tahun di Singapore Airlines (SIA) memangku beberapa jabatan di bidang Teknis /Operasional serta Sumber Daya Manusia. Jabatan beliau meliputi Chairman untuk SIA Cargo Pte Ltd, Chairman untuk SilkAir Pte Ltd, Chairman untuk Singapore Flying College, serta Virgin Atlantic Limited.

Seorang mantan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) yang merupakan lulusan luar negeri, Bey membuat kontribusi yang signifikan sebagai Kepala Angkatan Udara dalam mengubah RSAF menjadi angkatan udara yang modern dan canggih. Dia menduduki posisi puncak sebagai Kepala Angkatan Pertahanan Singapura (CDF) pada tahun 1995 sampai dengan 2000 dan memainkan peran penting dalam diplomasi pertahanan dengan memperkuat dan memperluas hubungan antara SAF dan angkatan bersenjata lain di seluruh dunia.

Ketika menjabat sebagai CDF, ia juga ditunjuk sebagai anggota Direksi untuk Singapore Technologies Engineering dan Singapore Airlines Limited.

Bey Soo Khiang bergelar Masters in Arts (Teknik) dari Universitas Cambridge dan Masters in Public Administration dari Kennedy School of Government, Harvard University. Dia juga pernah mengikuti Program Manajemen Lanjutan di Harvard Business School.