Download

Royal Golden Eagle (RGE)

Kerangka Kerja Keberlanjutan Industri Kehutanan, Serat

Kayu, Pulp & Kertas

I. Ruang Lingkup:

Seluruh ketentuan “Sustainability Framework” ini berlaku tanpa pengecualian bagi:

  • Seluruh perusahaan RGE yang secara global menjalankan usaha di industri kehutanan, serat kayu, pulp dan kertas, termasuk perusahaan-perusahaan yang dimiliki secara keseluruhan atau sebagian, dikelola oleh RGE saat ini maupun di masa mendatang;
  • Seluruh perusahaan pihak ketiga yang memasok serat kayu, kayu dan pulp kepada Perusahaan-Perusahaan dalam Grup RGE[1].
     

II. Pembukaan:

Royal Golden Eagle (RGE) terdiri dari perusahaan-perusahaan kelas dunia yang mandiri, yang dibangun berbasis sumber daya alam.

Di RGE, kami berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan di semua lokasi tempat kami beroperasi, dengan menerapkan praktik terbaik di masyarakat, bidang lingkungan dan ekonomi yang dikendalikan oleh filosofi bisnis kami - bahwa apapun yang kami lakukan harus "Baik bagi Komunitas, Baik bagi Negara, Baik bagi Iklim, Baik bagi Pelanggan, dan Baik bagi Perusahaan". RGE bangga dengan jumlah komunitas yang kami dukung dan jumlah orang yang kami pekerjakan di seluruh dunia, serta layanan lingkungan dan sosial yang kami ciptakan dan lindungi dalam operasi kami. Perusahaan RGE berkomitmen untuk menghapus deforestasi dari rantai pasokan kami, melindungi hutan dan lahan gambut di mana kami beroperasi, dan mendukung praktik terbaik pengelolaan hutan di semua negara tempat kami menghasilkan kayu.

Efektif segera (2 Juni 2015), Perusahaan RGE berkomitmen terhadap praktik keberlanjutan yang diuraikan dalam Kerangka Kerja Keberlanjutan berikut.

Perusahaan-perusahaan RGE akan mengembangkan Kebijakan Keberlanjutan mereka sendiri dalam Kerangka Kerja Berkelanjutan yang menyeluruh ini, sementara Grup APRIL akan memperbarui Kebijakan Pengelolaan Hutan Lestari (Sustainable Forest Management Policy/SFMP) yang ada untuk menggabungkan Kerangka Kerja ini.

Perusahaan-perusahaan RGE akan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan (yaitu pemerintah, LSM, masyarakat dan para ahli) untuk terus berinovasi dan memperbaiki Kebijakan dan Penerapan Keberlanjutan mereka.

Perusahaan-perusahaan RGE akan memberikan laporan kemajuan dan pembaruan yang transparan mengenai penerapan Kebijakan Keberlanjutan mereka secara reguler.

Tujuan kami adalah menjadi tetangga yang baik dan bertanggung jawab di masyarakat lokal, komunitas nasional dan global, dengan melindungi lingkungan dan menghormati hak asasi manusia.

III. Kerangka Kerja:

       1. Dukungan yang proaktif kepada masyarakat setempat

Sejalan dengan prinsip-prinsip bisnis kami dalam menjalankan usaha yakni “Baik bagi Negara, Baik bagi Masyarakat, Baik bagi Iklim, Baik bagi Pelanggan, dan Baik bagi Perusahaan”, perusahaan-perusahaan RGE akan mencari peluang secara terus menerus agar selaras dengan kepentingan masyarakat tempatan dan menciptakan nilai-nilai yang disepakati bersama melalui:

  • Upaya-upaya yang serius dalam mengurangi kemiskinan di desa-desa di sekitar area operasional Perusahaan melalui penciptaan lapangan kerja, memberikan akses yang lebih baik ke pendidikan yang berkualitas, pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan
  • Kegiatan CSR yang proaktif khususnya program inkubasi bisnis kewirausahaan di pedesaan serta sistem pertanian terpadu
  • Memasukkan petani plasma dan UMKM ke dalam rantai pasok Perusahaan
     

        2. Menghormati Hak-hak Masyarakat Hukum Adat dan Masyarakat Tempatan

Perusahaan RGE menghargai hak-hak masyarakat hukum adat dan masyarakat tempatan serta berkomitmen sebagai berikut:

  • Menghormati Deklarasi Universal Hak-hak Azasi Manusia
  • Menghormati hak-hak kepemilikan dari masyarakat hukum adat dan masyarakat tempatan
  • Menghormati hak-hak masyarakat hukum adat dan masyarakat tempatan untuk menjalankan atau menahan pelaksanaan FPIC ( secara bebas dan tanpa paksaan sebelum pelaksanaan kegiatan (Free, Prior and Informed Consent/FPIC) untuk menjalankan kegiatan di lahan-lahan yang menjadi milik mereka secara legal, komunal atau berdasarkan hak-hak masyarakat hukum adat.
  • Penyelesaian seluruh keluhan dan konflik melalui proses konsultasi yang terbuka dan transparan
  • Tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan
  • Secara aktif melibatkan seluruh pemangkukepentingan termasuk kelompok masyarakat, pemerintah, konsumen dan masyarakat madani di tingkat lokal, nasional maupun internasional
     

       3. Praktik-Praktik Bertanggung Jawab di Tempat Kerja

Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan mereka untuk menghormati hak-hak asasi manusia. Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif dan kondusif di seluruh rantai pasok mereka dimana karyawan dapat berkontribusi dan memajukan dengan memastikan khususnya bahwa:

  • Menghargai deklarasi ILO tentang prinsip-prinsip fundamental dan hak-hak di lingkungan kerja
  • Penerapan praktik-praktik terbaik dalam prekrutan tenaga kerja, memenuhi ketentuan hukum dan praktik-praktik yang berbudaya
  • Menghargai kebebasan berserikat
  • Menghargai kebhinekaan di tempat kerja
  • Menyediakan fasilitas kerja yang aman dan higienis sebagai bagian dari paket kerja
  • Melindungi kesehatan dan keselamatan para pekerja. Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE serta para pemasok / sub kontraktor harus melengkapi para pekerja, demi melindungi diri mereka dari paparan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan mereka
  • Tidak ada toleransi bagi pekerja anak, kerja paksa atau segala bentuk perbudakan
  • Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi, pelecehan dan pemaksaan dalam segala bentuk
     

       4. Konservasi sebagai Bagian dari Model Bisnis Kehutanan Berkelanjutan

Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE percaya bahwa konservasi adalah bagian dari model usaha kehutanan yang berkelanjutan dan berkomitmen sebagai berikut:

  • Terus mendukung upaya-upaya konservasi dan restorasi ekosistem hutan, lahan-lahan hutan gambut yang penting, serta lahan-lahan ekologi dan budaya yang penting lainnya di seluruh wilayah di mana kami beroperasi
  • Mendukung keanekaragaman hayati serta upaya inisiatif konservasi karbon dengan fokus pada manajemen bentang alam
  • Membangun kemitraan dengan pemangkukepentingan yang relevan (LSM, pemerintah, perusahaan) di dalam melindungi dan mengelola hutan-hutan yang berada di dalam wilayah kerja operasi perusahaan-perusahaan Grup RGE
     

        5. Tidak Menebang Hutan Alam

Berlaku segera, perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE akan mendorong moratorium pada penebangan hutan alam sambil menunggu hasil studi High Carbon Stock (HCS) dan High conservation Value (HCV). Moratorium ini berlaku juga bagi seluruh pemasok dari pihak ketiga di Indonesia yang memasok kayu ke seluruh perusahaan – perusahaan dalam Grup RGE.

Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE beserta pihak ketiga pemasok kayu di Indonesia berkomitmen untuk melindungi hutan-hutan yang memiliki cadangan karbon tinggi serta memiliki nilai konservasi tinggi, dengan memastikan secara khusus bahwa mereka:

  • Hanya mengembangkan area yang tidak berhutan, sebagaimana telah diidentifikasi melalui penilaian independen terhadap HCV dan HCS
  • Mengikuti panduan dari pendekatan HCS sebagaimana disyaratkan oleh Kelompok Pengarah Pendekatan HCS
  • Akan melakukan identifikasi dan melindungi area HCV sesuai dengan panduan yang diberikan oleh HCV Resources Network
  • Akan terus bekerja sama dengan para pemangkukepentingan yang lebih luas untuk mengidentifikasi dan melibatkan para ahli yang tepat untuk melakukan analisis HCS dan HCV
  • Menerapkan kebijakan “Tidak Membakar” yang ketat
     

        6. Terus Melakukan Pengurangan Jejak Emisi Karbon

Perusahaan-perusahaan RGE menyadari dampak perubahan iklim dan berkomitmen untuk terus mengurangi jejak emisi karbon yang kami hasilkan dengan menjalankan hal-hal sebagai berikut:

  • Melakukan perbaikan secara kontinyu dalam penghematan penggunaan energi dan bahan baku di seluruh rantai pasok serta meningkatkan penggunaan energi terbarukan
  • Pengurangan emisi karbon yang lebih baik melalui upaya konservasi dan restorasi ekosistem serta perbaikan terus menerus di dalam praktik manajemen pengelolaan hutan lestari
  • Melakukan pelacakan emisi karbon dan melaporkan kemajuan jejak karbon secara menyeluruh
  • Secara terus menerus menerapkan praktik Mengurangi – Memakai kembali – Mendaur ulang bila dimungkinkan
     

         7. Pengelolaan Lahan Gambut Bertanggung jawab

Perusahaan-perusahaan RGE akan mengadopsi kebijakan lahan gambut sebagai berikut:

  • Tidak ada pembukaan lahan baru di hutan lahan gambut
  • Praktik pengelolaan terbaik bertaraf internasional untuk mengurangi efek rumah kaca di dalam area bentang alam lahan gambut
  • Sebuah lembaga Independent Peat Expert Working Group (IPEWG) akan dibentuk untuk memberikan masukan kepada perusahaan-perusahaan RGE mengenai praktik-praktik manajemen terbaik untuk diterapkan pada perkebunan di lahan gambut, langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan upaya konservasi pada lahan-lahan gambut yang kritis, dan opsi-opsi pembangunan di lahan terdegradasi, lahan gambut non hutan
  • Pada area lahan gambut yang akan dijadikan lahan perkebunan, tidak akan ada pembangunan canal atau kegiatan infrastruktur lain sebelum ada masukan dari Kelompok Kerja Para Ahli Gambut
     

        8.  Pasokan Kayu serpih dan Pulp Bertanggung jawab

Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE akan berupaya menjadikan rantai pasokan pulp dan kayu serpih yang berkelanjutan, melalui kerja sama dengan para pemasok kami dan bila diperlukan untuk tidak bekerja sama dengan pemasok yang tidak dapat atau tidak akan sesuai dengan tujuan dari Kerangka Kerja Prinsip-Prinsip Keberlanjutan kami. Kami berharap bahwa seluruh pulp dan serpihan kayu yang dipasok ke Perusahaan-perusahaan RGE adalah:

  • Dipanen secara legal
  • Tidak berasal dari hutan yang bernilai konservasi tinggi (HCV)
  • Tidak berasal dari hutan kayu langka dan kuno atau dari hutan yang menjadi habitat spesies-spesies yang terancam punah
  • Menghormati masyarakat hukum adat serta menjalankan proses FPIC sebelum menjalankan kegiatan operasi di lahan-lahan masyarakat atau lahan-lahan adat
  • Tidak melakukan pelanggaran hak-hak pekerja atau pelanggaran Prinsip-prinsip fundamental dan hak-hak di tempat kerja yang telah ditetapkan oleh Deklarasi Organisasi Pekerja Dunia (ILO)
     

IV. Implementasi:

Kerangka Kerja Prinsip-Prinsip Keberlanjutan ini berlaku segera.

Perusahaan-perusahaan RGE akan mengembangkan sendiri Kebijakan Keberlanjutan mereka di dalam Kerangka Kerja Keberlanjutan ini secara menyeluruh, sementara Grup APRIL akan melakukan pembaruan terhadap SFMP nya untuk memasukkan Kerangka Kerja ini.

Perusahaan-perusahaan RGE akan bekerja dengan seluruh pemangku kepentingan (pemerintah, LSM, masyarakat dan para ahli) untuk terus menerus melakukan inovasi dan memperbaiki Kebijakan Keberlanjutan mereka termasuk implementasinya.

Perusahaan-perusahaan RGE memahami bahwa pemasok akan membutuhkan waktu untuk mengimplementasikan ketentuan-ketentuan yang ada, namun kami juga menyadari kebutuhan akan tindakan nyata segera. Kami berharap setiap perusahaan RGE akan menentukan batas waktu kepada para pemasok mereka untuk dapat mematuhi seluruh ketentuan di dalam Kerangka Kerja ini.

Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE akan menghentikan kerja sama usaha dengan setiap pemasok yang didapati oleh para penasihat independen atau pemangku kepentingan lain kami, melakukan pelanggaran serius terhadap Kerangka Kerja ini , dan tidak mengambil tindakan perbaikan segera untuk memperbaiki pelanggaran tersebut. Apapun bentuk perbaikan, kami tidak akan melakukan kerja sama bisnis dengan para pelanggar Kerangka Kerja secara berulang.
 

V. Pemantauan, Laporan Kemajuan dan Transparansi:

Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE akan merencanakan dan melakukan pemantauan secara regular dan melaporkan kemajuan secara transparan. Bila diperlukan, Perusahaan–perusahaan RGE akan mengundang para pemangkukepentingan terkait untuk berpartisipasi dalam proses verifikasi.

Perusahaan–perusahaan dalam Grup RGE akan menjalankan prosedur menangani keluhan (Grievance Procedure) yang memungkinkan para pemangkukepentingan untuk menyampaikan keluhan atau masalah mereka dan bagi perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE akan memberikan tanggapan secara transparan dan memberikan laporan kemajuan yang telah dilakukan.
 

 

Tanggal Penerbitan: 2 Juni 2015
 
Pembaruan Terakhir: 9 Oktober 2017

 

_____

[1] Kami telah diberi tahu oleh Toba Pulp Lestari bahwa mereka akan menyesuaikan kebijakan keberlanjutan mereka dengan Kerangka Kerja ini.

 

Unduh Kerangka Kerja Keberlanjutan Industri Kehutanan, Serat Kayu, Pulp & Kertas: